Ikut ke tanjung priok ya, pak masinis

Published November 22, 2011 by imeldadanke

Sudah masuk jam 5:30 malam, saat aq keluar kantorm

Sejujurnya aq sangat capek dan berkeinginan untuk cepat pulang dn berbaring

Pengumuman di stasiun kemayoran bahwa kereta ekonomi sudah ada stasiun rajawali. Baiklah aq pilih kereta itu saja biar cepat sampai rumah. jika hitung2, uang ku masih cukup untuknaik bjaj. lumayan tidak harus jalan kaki dari depan gang. Sayangnya kereta yang daatng adalah kereta purwakarta. Menyebalkan… Tidak ada ruang bagi penumpang staiun kemayoran. Waduh.

Ok, mungkin …

 

 

 

 

 

 

Iklan

Perjuangan ke Yogya dan Malam Pertama Euiii…

Published November 22, 2011 by imeldadanke

Seperti sebuah kebetulan yang menyenangkan pada pertemuan seminar internasional kemarin 16-17 November 2011. Betapa mudahnya aq mendapatkan ijin dari pimpinan walau tidak mendapat dukungan dana transportasi, akomodasi dan uang saku. Cukuplah bagiku berbekal ijin 3 hari, 16-18 November 2011. Kemudian dilanjutkan kemudahan mendapat tiket batavia murah, Jakarta-Yogyakarta dan akomodasi tumpangan (yang nantinya diganti kantor) dari teman sekantor ku yang pertama kali mengajak, Clara. Alhamdulillah…

Berbekal restu ortu, pimpinan kantor dan penyelesaian urusan kantor di detik-detik terakhir jadwal keberangkatan pesawat 15 November 2011 yang lalu. Alhamdulillah kembali “tanpa ada sesuatu loh”…

Selanjutnya malam pertama di Yogya, kami berdua habiskan malam melihat Jalan Malioboro sambil makan pecel lele di salah satu warung lesehan yang tersebar di sepanjang jalan itu. Lapar memang menu yang aq tahu paling menakjubkan. Makan jadi nikmat… Ups, pengunjung lesehan mulai berdatangan. 2 dari mereka duduk di sebelah kami. Sepertinya rekan kerja… Satu wanita bule dan satu pria. Perkenalan berlanjut. ternyata wanita tersebut berasal dari amerika dan masih ada keturunan irlandia, inggris dan jerman. Kami benar-benar menikmati malam, jadi teringat lagunya Yogya-Kla Project.

Menyeret tas yang terasa berat plus perut kekenyangan, kami mencari becak yang sedari tadi diincar Clara. Becak… becak… kamu dimana ya? Nah, sedikit negosiasi harga, akhirnya didapat becak yang mengantarkan kami menuju rumah keluarga adik iparku.